KERTAS DAUR ULANG - KERAJINAN KERTAS

Jam buka 09.00-16.00 Wib, Senin-Jumat, Khusus Sabtu 09.00-12.00, Mengingat padat waktu mohon jika berkunjung kabari dahulu, apabila telp nada sibuk mohon SMS/ Telp: XL: 081932258822, Esia: 021-93825588, Simpati: 08129522585

XL: 081932258822
Esia: 021-93825588
Simpati: 08129522585
Fax: 0215673516

Fb: | Twitter: | YM: bardiju

E-mail: bardiju@gmail.com

Jl. Letjen. S. Parman I No.6

Tomang Rt.003, Rw.008

Jakarta Barat 11440 Indonesia

Reduce - Reuse - Recycle

Replace-Replant-Rethink-Repair-Refuse-Renewable

Home | About Us | Products | Outlets | Galleries | Videos | Pelatihan | Jobs | Contact | News | Catalog

 

SeLaMaT DaTaNg di Bardiju WeBsiTe

Kertas daur ulang, karton daur ulang Bardiju dari bahan kertas bekas, kardus, koran, majalah dll, juga dari gedebok, daun, pelepah, tandan pisang, eceng gondok, jerami dll, membuat dan menjual kertas daur ulang, karton daur ulang, jual kotak, jual paper bag, lampion benang, lampion tali, amplop, undangan dll dengan bentuk, warna dan ukuran tertentu atau sesuai selera yang diinginkan. Mengadakan Kursus/ Pelatihan membuat Kertas, Kotak, Paper bag, Amplop, Lampion dll.

 

Daur ulang ada beberapa pengertian:

1. Sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah.
2. Proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.
3. Salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern

 

Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.


Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.


Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.


Pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.


Akibat Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.


Sampah sangat lekat dengan kehidupan manusia, karena setiap aktivitas yang kita lakukan selalu menghasilkan sampah dari material pendukung yang sudah tidak terpakai. Misalnya, kita minum air mineral menggunakan botol plastik yang botolnya akan menjadi sampah setelah tak terpakai. Akivitas kita sehari-hari tentu sangat banyak. Sehingga sampah yang dihasilkan pun banyak. Apalagi sampah rumah tangga seperti sisa-sisa sayuran, kemasan makanan, dan sebagainya. Itu baru rumah, bagaimana dengan restoran, perkantoran, mall, tempat wisata, sekolah, rumah sakit, dan pabrik-pabrik? Sangat banyak pastinya.

Sampah sering disebut sesuatu yang dianggap sudah tidak berguna, sisa bekas dan segala sesuatu yang sudah dianggap tidak bernilai karenanya sampah harus disingkirkan baik dengan cara dibakar (usahakan jangan dibakar karena hanya akan menimbulkan pencemaran udara), dikubur atau dibuang ke tempat sampah. Bila tidak akan mengurangi kenyamanan.


Namun bagi orang yang kreatif, terampil dan sudah memiliki ilmunya, maka sampah dapat diolah menjadi barang berharga bernilai ekonomi tinggi bahkan bernilai seni tinggi dalam berbagai bentuk dan ukurannya. Tentu saja melalui proses pengolahan yang tepat guna.


Untuk mengurangi atau penangan sampah, cara yang cukup efektif dan banyak digemakan oleh para pecinta lingkungan ada konsep/ istilah/ prinsip yang disebut: ‘R’ ada yang menyebutkan 3R, 4R, 5R, 6R, 7R, 8R, 9R atau kedepan ada R lainnya lagi:) ini sering disebut upaya melestarikan dan memelihara lingkungan hidup agar tidak rusak atau tidak tercemar.


Yang populer umum 3R:
Reduce (mengurangi)
Reuse (menggunakan kembali)
Recycle (mendaur-ulang sampah)

Kemudian ada yang menambahkan lagi menjadi 4R, 5R, 6R, 7R, 8R, 9R, urutannya mungkin ada yang terbalik-balik mohon kritik saran agar disempurnakan: Replace, Replant, Rethink , Repair , Refuse, kemudian ada juga yang menambahkan Renewable.

1. Reduce (Mengurangi atau Pengurangan) adalah:
Mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah adalah kegiatan mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan atau mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti air minum dalam galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknya sampah wadah produk di rumah anda. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan. Contoh lain ketika berbelanja, sebaiknya membawa tas belanja sendiri sehingga tidak perlu lagi menggunakan kantong plastik.

2. Reuse (Menggunakan Kembali atau penggunaan kembali) adalah:
Kegiatan penggunaan kembali sampah yang masih digunakan baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Atau kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai, sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai. Hal ini dapat memeperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantong kertas yang umumnya didapat dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang, Gunakan kembali baju-baju bekas tak terbakai sebagai lap atau keset. Dengan kreativitas, kita juga bisa membuat selimut, serbet, taplak meja, tas, atau dompet dari kain-kain bekas.
Belajarlah membuat kerajinan (handicraft)dari barang-barang bekas. Menciptakan kerajinan akan melatih keterampilan dan menumbuhkan kreativitas.

3. Recycle (Mendaur ulang) adalah:
Mengolah sampah menjadi produk baru. Dengan mendaur ulang sampah, benda-benda yang tidak terpakai akan dapat dipakai lagi setelah melalui proses. barang dilakukan dengan cara sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. mendaur ulang sampah organik dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Sampah organik yang dapat dijadikan kompos yaitu dedaunan kering, sisa-sisa makanan, dan limbah rumah tangga yang berupa zat organik

4. Replace (Mengganti) mulai dari sumbernya atau Penggantian adalah:
Kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga teliti agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain atau dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan Styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa diurai secara alami. Daripada menggunakan styrofoam, lebih baik bawa kotak bekal sendiri sebagai tempat makanan.


5. Replant (Menanam Kembali atau penamanan kembali) adalah:
Kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohnya melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akan menjadi indah dan asri, membantu pengaturan suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurangi kontribusi atas pemanasan global. Prinsip replant dapat dilakukan dengan cara membuat hijau lingkungan sekitar baik lingkungan rumah, perkantoran, pertokoan, lahan kosong dan lain-lain. Penanaman kembali ini sebagian menggunakan barang atau bahan yang diolah dari sampah.

6. Rethink adalah:
Berpikirlah lebih dari sekali sebelum kita membeli/ mengkonsumsi suatu barang. Perlukah barang itu dibeli? kalau tidak sudah pasti barang tersebut akan menjadi sampah.

7. Repair adalah:
Usaha perbaikan untuk lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita gunakan kembali seperti sepatu jebol kita perbaiki dengan begitu kita tidak perlu membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan. Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse.

8. Refuse adalah:
Menolak dan menghindari pemakaian bahan yang menggunakan plastik dan lebih memilih bahan yang lebih natural. Karena seperti kita ketahui bahwa bahan plastik yang terbuang tidak terurai seperti pada bahan natural. Juga sebagai contoh lain adalah pada saat kita berbelanja di pasar ataupun supermarket, sebaiknya kita menolak pemakaian tas plastik yang berlebihan pada belanjaan kita, karena sampai dirumah pun kita percaya masih banyak tas sebelumnya yang tidak terpakai. Jadi kalau kita sudah me refuse dari awal, maka barang yang akan kita Reduce, ataupun Recycle akan berkurang.

9. Renewable (Terbarukan) contoh:
Energy tenaga air, bukan fosil/minyak. energy tenaga angin, tenaga matahari.

 

 

 

                              bardiju                                            

Home | About Us | Products | Outlets | Galleries | Videos | Pelatihan | Jobs | Contact | News | Catalog

 

Remember Our Website: www.bardiju.com

Jl. Letjen. S. Parman. I. No. 6, Tomang, RT. 003, RW. 08 Jakarta Barat 11440 Indonesia
Phone: XL 081932258822 , Esia 021-93825588 , Simpati 08129522585 , Fax: 0215673516
Jam buka 09.00-16.00 Wib Senin-Jumat, Khusus Sabtu 09.00-12.00 Wib
Fb: | Twitter: | YM:
bardiju

E-mail: bardiju@gmail.com

Klik "Contact" untuk melihat peta lokasi

Privacy Policy
© 2006 - 2015 Ambardi Nasution

kertas daur ulang